Outbound ini tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, tetapi juga wadah strategis untuk membangun komunikasi yang lebih efektif serta mempererat ukhuwah di lingkungan sekolah.
Pada hari pertama, Jumat (1/5/2026), kegiatan diawali dengan suasana reflektif dan have fun. Para ustaz dan ustazah mengikuti kegiatan rafting yang menghadirkan kebersamaan dan kehangatan.
Momentum ini dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman serta merefleksikan peran sebagai pendidik. Malam harinya, suasana semakin hangat melalui sesi ramah tamah dalam gala dinner yang dipenuhi canda, tawa, dan cerita inspiratif.
Memasuki hari kedua, Sabtu (2/5/2026), kegiatan berlanjut dengan outbound di lapangan tenis Hotel Royal Orchid Batu. Udara sejuk khas Kota Batu semakin menambah semangat peserta.
Kegiatan diawali dengan permainan yang menguji fokus individu. Peserta dilatih meningkatkan konsentrasi, ketelitian, serta kemampuan berpikir cepat sebelum memasuki tantangan yang membutuhkan kerja sama tim.
Suasana semakin meriah saat peserta dibagi menjadi enam kelompok dengan nama makanan tradisional Indonesia, yaitu Getuk, Lemper, Klepon, Nagasari, Cenil, dan Kelanting.
Setiap kelompok ditantang menciptakan yel-yel kreatif yang memuat ciri khas makanan masing-masing. Penampilan penuh energi, gerakan kompak, serta lirik jenaka membuat suasana dipenuhi gelak tawa dan tepuk tangan.
Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepercayaan diri.
Puncak kegiatan terjadi saat peserta dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok ustaz dan ustazah. Masing-masing kelompok mendapat misi menjaga nyala lilin agar tetap hidup di tengah gangguan dari kelompok lawan.
ermainan ini menjadi simbol penting dalam menjaga amanah sebagai pendidik. Strategi, komunikasi, dan kekompakan menjadi kunci keberhasilan.
“Permainan ini sederhana, tetapi maknanya dalam sekali. Kami belajar bahwa menjaga ‘lilin’ itu seperti menjaga amanah sebagai pendidik harus dilindungi bersama-sama.” Ucap Naharun Mubarok Spd.
Keseruan juga dirasakan oleh para peserta, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan.
“Saya merasa kegiatan ini benar-benar menyegarkan pikiran. Kami jadi lebih dekat, lebih akrab, dan lebih memahami karakter satu sama lain. Ini sangat membantu dalam kerja tim di sekolah nanti.” Ucap Wardatul Khumairok SPd.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama. Para ustaz dan ustazah diajak mengambil hikmah dari setiap permainan, seperti pentingnya fokus, tanggung jawab, komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat kembali menjalankan tugas dengan semangat baru, energi positif, serta hubungan kerja yang semakin harmonis.
Outbound ini menjadi bukti bahwa kebersamaan di luar kelas mampu memberikan dampak besar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang solid dan berkualitas.


Tinggalkan Balasan