Para juara bersama kepala sekolah dan guru pembina di depan stand SDMM. (Yudi/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kertas warna-warni berbentuk baju tampak digantung pada beberapa utas tali layaknya jemuran. “Aku mau yang pink,” ujar Bella, siswa salah satu sekolah dasar negeri di Gresik sembari mengambil kertas berbentuk baju.

Bella menuliskan nama dan kesannya di kertas tersebut, lalu menempelnya pada seutas tali yang telah digantung di papan triplek dinding stand bertuliskan Welcome. “Buku tamunya unik, he..he..,” ucapnya berbisik ke teman di sampingnya.

Pajangan baju kertas warna-warni itu rupanya menarik pengunjung khususnya siswa sekolah dasar ke stand bernomor 20 yang memamerkan ‘Magical Magnetic Coin (Manecin)’, karya siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik.

Aurelia Dias Fatiha, anggota tim Manecin mengakui banyak pengunjung yang memuji kreasi daftar pengunjung stand-nya. “Kebanyakan pengunjung suka dengan model baju kertas yang digantung. Lalu mereka mulai melihat dan bertanya tentang alat kreasi kami, Manecin,” ujar Aurel—sapaannya.

Aurelia Dias Fatiha dan M Razan Zhorif Nurkhafidhi dengan stand dengan buku tamu yang digantung ibarat ‘jemuran baju’. (MN/PWMU.CO)

Sementara itu, M Razan Zhorif Nurkhafidhi, teman satu tim Aurel mengakui senang karena stand-nya padat pengunjung sejak pagi. “Ya senang, tapi juga agak capek karena harus menjelaskan cara kerja alat kepada pengunjung,” ungkapnyaZhorif menceritakan, pertanyaan pengunjung seputar bagaimana alat kreasinya bisa menjelaskan beberapa soal pecahan. “Tapi ada juga pengunjung yang tanya berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk membuat alat ini. Jadinya agak bingung, akhirnya Aurel yang jawab,” ceritanya sambil tertawa.Pengunjung tersebut, tambah Aurel, juga bertanya mengapa harus pakai koin berwarna. “Ya supaya lebih menarik,” ucap Aurel mengulang jawabannya saat itu.Kepada PWMU.CO, Aurel mengaku senang karena bisa bertemu dan mengenalkan karya timnya kepada banyak orang. “Sejak pagi hingga sore, stand kami cukup padat pengunjung. Ada doorprizenya juga, seperti pensil lucu, penghapus lucu, dan lain-lain,” jelasnya.

Kepala SDMM Ahmad Faizun SSos bersama 6 siswa juara FSG 2018 di depan stand SDMM. (Zaki/PWMU.CO)

Hal yang sama juga dialami dua stand lain milik SDMM, yakni Soulmate dan Magic Mop. Ketiga karya sains siswa SDMM tersebut dipamerkan dalam Festival Sains Gresik (FSG) 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP), Kamis (2/8/18).“Alhamdulillah, ketiga stand yang memamerkan karya sains siswa SDMM meraih juara dalam FSG 2018 ini,” ujar Ketua Tim Bina Prestasi Ita Muflikhatul Ummah SSi.Pelaksanaan FSG 2018 resmi ditutup Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Nur Maslichah SPd MM sore harinya. “Untuk bidang matematika, stand Soulmate meraih juara 1 dan stand Manecin meraih juara 3. Sedangkan bidang IPA, stand Magic Mop meraih juara 3,” jelas Ita.

Ita mengatakan, ada beberapa aspek penilaian stand yang telah disosialisasikan panitia kepada peserta. “Di antaranya penataan, kesesuaian dengan judul, kreativitas, keramahan, kesopanan, cara menjawab, dan kuantitas pengunjung,” ungkapnya. (Vita)

Pengunjung memadati stand SDMM yang memamerkan tiga karya sains siswanya. (Zaki/PWMU.CO)

Sumber : https://pwmu.co/71087/08/03/unik-dan-kreatif-tiga-stand-karya-sains-siswa-sdmm-raih-juara-fsg-2018/

Leave a reply "Unik dan Kreatif, Tiga Stand Karya Sains Siswa SDMM Raih Juara FSG 2018"

Your email address will not be published. Required fields are marked *