Fathir (jongkok) bersiap melepaskan roket balonnya. (Tari/PWMU.CO)

PWMU.CO – “Wusss…empat detik, Ustadzah!” teriak Fathir sembari mengangkat stopwatch di tangan kanannya. Pemilik nama lengkap Muhammad Fathir Rizuqal Siswanto ini berteriak senang saat roket buatannya melesat maju dengan cepat dalam pembelajaran The Club Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Selasa (31/7/18).

Siswa kelas V Ibnu Taimiyah ini mengaku senang mengikuti eksperimen roket sederhana itu.

“Biasanya kalau di kelas, suka ngantuk dengerinpelajaran gaya dan energi. Tapi sekarang endak, karena mainan balon. Oh iya, sama stopwatch,” ucapnya sembari bersiap meniup balon untuk roket keduanya.

Menurutnya, mengamati gaya aksi-reaksi pada roket balon membutuhkan berkali-kali pengulangan.

“Coba-coba saja pakai lintasan yang beda. Kalomendatar sih cepat, nah sekarang nyoba yang menanjak. Pingin tahu bisa cepat atau endakmelajunya,” ujarnya penasaran.

Fathir melanjutkan, materi gaya aksi-reaksi termasuk sulit dipahami, apalagi menentukan rumus-rumusnya.

“Hmmm…apa ya? Tadi itu Ustadzah menjelaskan rumus massa dan volume roket. Wah ndak paham. Tapi saat mencoba bikin roketnya, jadi paham yang mana massa dan volumenya,” tutur Fathir.

Bersama teman satu timnya, Fathir mencoba berbagai cara yang memengaruhi kecepatan roketnya.

“Ya sambil dipandu Ustadzah, jadi tahu kalau selain ukuran balon, panjang sedotan ternyata juga berpengaruh pada kecepatan roket. Awalnya ndak kepikiran. Ha ha. Oh iya, sama kemiringan lintasan juga,” katanya. (Ria Eka Lestari)

Sumber

Leave a reply "Tak Lagi Ngantuk Belajar Gaya Aksi-Reaksi berkat Roket Buatan Sendiri"

Your email address will not be published. Required fields are marked *