Edy Susanto memotivasi wali siswa baru untuk menyiapkan putra-putrinya pada tapel 2019/2020 (Siti Mariyanti/PWMU.CO)

 

PWMU.CO – Melihat sekolah baik atau tidak, bisa dinilai kinerja satpamnya. “Saat datang, saya disambut satpam dengan ramah, ditunjukkan tempat parkirnya.”

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Akademik (LPMA) SD Muhammadiyah 4 Pucang Edy Susanto MPd pada acara Parenting Education SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Rabu (1/5/19). Kegiatan yang diperuntukkan bagi orangtua siswa kelas I tahun pelajaran 2019/2020 ini diselenggarakan di aula lantai 4 sekolah berjuluk Kampus Biru tersebut.

Sambutan yang ramah oleh satpam dan guru-guru SDMM tidak cukup meyakinkan Edy. Ia pun masih mencari kekurangan di SDMM ini. “Saya pergi ke toilet. Ternyata bersih,” ujarnya. Ia pun meyakinkan wali murid baru tahun pelajaran 2019/2020, mereka tidak salah pilih sekolah.

Acara yang dihadiri 75 orang ini bertajuk Optimalisasi Peran Orang Tua dalam Pendidikan di Era 21. Pria kelahiran Nganjuk, 11 Agustus 1969 itu lal menjelaskan Tri Pusat Pendidikan yang digagas Ki Hajar Dewantara, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. “Keluarga adalah yang menentukan karakter anak,” tegasnya.

Selain itu, Edy menyampaikan tiga aspek yang penting bagi anak, yaitu religi, akhlakul karimah, dan kedisiplinan. Menurutnya, aspek religi meliputi penanaman akidah atau tauhid yang penting diberikan sejak dini agar pondasi iman menjadi kuat. “Ibadah yang mencakup shalat dan mengaji, misalnya,” kata dia.

Dia menambahkan, penting juga mengenalkan ilmu cara shalat serta bacaannya, lalu diamalkan dalam keseharian, yang nantinya akan menjadi kebiasaan. “Karena anak adalah investasi di akhirat kelak, maka penting aspek religi ini bagi orang tua,” tuturnya.

Edy mencontohkan, ada anak yang mengingatkan orangtuanya untuk mampir shalat saat bepergian. “Juga ada murid saya yang ngambek gak mau sekolah karena mamanya gak berjilbab. Ini contoh anak yang religinya baik,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, aspek akhlakul karimah meliputi keteladanan orangtua yang mutlak sifatnya. “Sebagai orang tua tidak perlu banyak berbicara, cukup dengan memberikan contoh sikap yang baik setiap harinya kepada anak. Itulah yang akan direkam, lalu ditiru anak,” tutur pria yang hobi membaca dan bermain musik itu.

Edy menjelaskan, aspek kedisiplinan bisa dibelajarkan pada diri anak, dimulai dengan keteraturan yang dilakukan di rumah. “Misalnya, meletakkan sepatu dengan rapi dan pada tempatnya,” kata dia.

Jika hal tersebut dilakukan secara kontinyu, Edy meyakini bisa menjadikan anak dapat berpikir sistematis. “Begitu pula dengan memberi tugas ringan di rumah, anak dapat belajar bertanggung jawab. Pekerjaan rumah yang diberikan ke anak harus ada pengawalan dan evaluasi agar membuahkan hasil yang optimal,” paparnya.

Edy Susanto di SDMM. (Siti Mariyanti/PWMU.CO)

 

Di akhir presentasinya, Edy mengingatkan peran orangtua terhadap pendidikan anak. Pertama, cari sekolah yang terbaik. “Tidak boleh pasrah bongkoan kepada sekolah. Harus ada komunikasi antara orang tua dan sekolah tentang perkembangan anak di sekolah,” tegasnya.

Kedua, penuhi kebutuhan sekolah anak. “Seperti membayar SPP secara rutin, buku pelajaran, dan atribut seragam sekolah. Jika ada seragam yang sobek atau kancing yang lepas, segera ditangani,” ujar Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya tahun 2014-2018 itu.

Sedangkan yang ketiga, mendampingi anak belajar di rumah. “Benar-benar mendampingi ya, tidak sekadar menyuruh belajar,” tegasnya.

Dan yang keempat, memantau perkembangan yang telah diperoleh di sekolah. “Misalnya mengecek buku tulis pelajaran atau sudah sampai mana pelajaran yang telah didapat anak di sekolah,” tuturnya sambil tersenyum.

Kepada wali murid sekolah Islam terbaik di Gresik itu, Edy menyampaikan, meskipun telah menyekolahkan di sekolah terbaik, orangtua tetap wajib mendampingi anak di rumah. “Karena secara mayoritas, anak yang sukses akademik maupun lifeskillnya itu sebab adanya pendampingan orang tua,” ujar peraih juara 1 Kepala SD Berprestasi Kota Surabaya 2017 tersebut.

Dalam sesi tanya jawab, Gunoto menyampaikan kekhawatirannya. “Bagaimana mengarahkan potensi anak saya yang sangat suka jual beli kayak ibunya, namun jika belajar malas,” tanya ayah dari Nova Dzikrika Ardelia itu.

Edy menjelaskan, jika anak malas berpikir atau belajar, ajaklah belajar dengan bermain. “Lakukan pendampingan secara kontinyu serta potensi kewirausahaannya agar selalu dipupuk,” jawabnya.

Ia pun tak lupa mengucapkan selamat kepada orangtua siswa yang telah memilih SDMM sebagai tempat mendidik putra-putrinya. (Siti Mariyanti)

 

 

Sumber: https://pwmu.co/95194/05/03/sekolah-baik-itu-bisa-dilihat-dari-satpam-dan-toiletnya/

Leave a reply "Sekolah Baik Itu Bisa Dilihat dari Satpam dan Toiletnya"

Your email address will not be published. Required fields are marked *