Zahara Firdausi membawakan Puppet Show bersama boneka Salma. (Nazar/PWMU.CO)

PWMU.CO – Banyak kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan anak sembari menunggu beduk Magrib. Wajah lesu dan pertanyaan, “Kapan buka puasanya?” kini tak lagi menghantui.

Seperti yang tampak dalam kegiatan Training Center Darul Arqam (TCDA) Ramadhan 1439 H di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Rabu (23/5/18).

Ketua Panitia Ramadhan Achmad Nazarudin SPdI mengatakan, TCDA pertama ini diikuti siswa kelas I, II, dan VI. “Kegiatan dimulai pukul 3 sore hingga 8 malam. Untuk kegiatan sore hari, sengaja kami kemas semenarik mungkin khususnya untuk siswa kelas I dan II,” ujarnya.

Nazar—sapaan akrab Achmad Nazarudin—menjelaskan, kegiatan kelas I dan II adalah game dan dongeng yang sesuai dengan usia mereka. “Kelas I ada kuis Ranking 1. Kelas II ada lomba scrabble. Pertanyaannya ya tentang Ramadhan. Sedangkan kelas 6 ada lomba merangkai garis menjadi sebuah gambar bermakna dan berbagi takjil kepada warga sekitar,” jelasnya.

Guru kelas III tersebut menambahkan, ada pula Puppet Show bertema Puasa Ramadhan yang dibawakan guru Bahasa Indonesia Zahara Firdausi SPd bersama boneka Salma.

“Alhamdulillah, anak-anak seakan tersihir dengan berbagai aktivitas seru yang membuat mereka lupa sedang berpuasa. Tak hanya menyenangkan, kegiatan-kegiatan ini juga memberi kenangan manis selama Ramadan,” imbuhnya.

Siswa kelas II bermain scrabble bertema Ramadhan di halaman SDMM. (Arif/PWMU.CO)

Setelah buka bersama dan shalat Magrib berjamaah, lanjutnya, semua siswa mengikuti Pembinaan Tarawih Anak yang digelar di dining room SDMM.

“Kami menyulap ruang makan menjadi mushalla selama Ramadhan untuk kegiatan pembinaan tarawih bagi siswa SDMM dan anak-anak di lingkungan sekitar,” ungkap guru yang murah senyum tersebut.

Kepala SDMM Ahmad Faizun SSos berharap kegiatan TCDA gelombang pertama ini bisa memberikan pembelajaran tentang arti bersyukur. “Jika di rumah mereka bisa berbuka dengan bermacam menu, maka di sekolah mereka harus menerima menu yang sudah disediakan. Mereka akan belajar mensyukuri menu berbuka dengan apa adanya,” jelasnya dalam sambutan pembukaan.

Faizun—sapaannya—berharap anak-anak juga bisa berbagi dengan sesama melalui kegiatan berbagi takjil. “Tak hanya berbagi takjil, tapi anak-anak juga membawa pesan damai Ramadhan kepada masyarakat sekitar,” katanya. (Vita)

Leave a reply "Puppet Show dan Scrabble yang Bikin Anak-Anak Ini Tak Lagi Bertanya: “Kapan Berbuka Puasanya?”"

Your email address will not be published. Required fields are marked *