M Arodhi di hadapan orangtua siswa KPM di SDMM. (Ida Rifdah for PWMU.CO)

PWMU.CO – Rumah Pendidikan MIPA (RPM) Gresik memulai pembelajaran perdananya sekaligus pertemuan orangtua tahun pelajaran 2019/2020, Sabtu (24/8/19). Turut hadir sebagai motivator dalam kegiatan tersebut Kepala Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang Surabaya, Jawa Timur, Drs H M Arodhi.

Kelas Pintar Matematika dan IPA di RPM Gresik ini dibuka untuk umum dan diselenggarakan tiap Sabtu mulai pukul 13.00-14.30 WIB di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jalan Amuntai 01 GKB Gresik.

Usai menyapa orangtua siswa, Arodhi menjelaskan keuntungan orangtua menitipkan anaknya di KPM. Ia mengatakan, anak-anak akan menjadi rajin beribadah dan berperilaku yang baik. KPM itu, kata dia, memang lembaga sejenis bimbingan belajar (bimbel) yang fokusnya Matematika dan IPA.

“Tetapi KPM menyadari bahwa bisa optimalnya anak-anak mendapat kemampuan MIPA itu ketika mereka rajin beribadah. Karena itu, kami punya PR Akhlak dan tujuh amalan sunah,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, KPM punya perangkat yang akan menjadikan anak-anak punya kemampuan berpikir nalar, yaitu Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan Sains Nalaria Realistik (SNR). “Ini Pak Ridwan—sapaan Pelatoh Olimpiade Matematika Internasional Ridwan Hasan Saputra—mem-break down dari soal-soal olimpiade matematika supaya anak-anak punya kemampuan berpikir yang bertingkat sehingga terbiasa dengan soal-soal bernalar,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, KPM itu menyatukan hati dan akal. Di KPM, kita dekatkan anak-anak dengan sang pemilik ilmu dan mengerjakan tujuh amalan sunnah. Semua lomba yang diselenggarakan KPM berbiaya seikhlasnya, kecuali lomba yang diadakan luar negeri. “Jadi kalau gak punya ya gak apa, kalau punya ya berikan sesuai kemampuan. Bahkan gratis pun boleh jika benar-benar tidak punya,” kata dia.

Arodhi berharap, orangtua sering mengikut sertakan anak-anaknya jika ada lomba-lomba supaya minimal mereka mempunyai pengalaman. Menurutnya, ketika anak mengerjakan soal yang dia tidak bisa menyelesaikan, akan memacu adrenalin mereka. Ia menyadari, memang ada anak-anak yang down ketika gagal. Ini berarti mereka berangkat tidak dimulai dengan senang belajar matematika. “Kalau senang dengan matematika, semakin gagal, semakin penasaran. Mestinya begitu,” ucapnya.

Suasana pertemuan orangtua siswa KPM di SDMM. (Ida Rifdah for PWMU.CO)

Di hadapan orangtua siswa, ia mengingatkan anak-anak akan mengalami fase bersusah-susah di KPM sehingga suatu saat mereka akan mendapati kesenangan.

“Bapak dan Ibu mau pilih senang dulu baru susah atau susah dulu baru senang?” tanya dia.

“Kepingin susah yang direncanakan atau susah yang tiba-tiba?” tanya ia lagi.

Para orangtua siswa yang hadir pun tertawa sambil menjawab bersahutan. Sebagian besar mereka menjawab kesusahan yang direncakan supaya tidak terlalu shock (kaget). “Jadi, merencanakan kesusahan itu lebih baik daripada yang lain,” ujarnya.

Demikian juga anak-anak, harus direncanakan kesusahannya. Belajar di KPM ini soalnya sulit-sulit agar susahnya berat. Semakin sulit soal yang diberikan kepada anak-anak maka semakin bahagia atau semakin tinggi kemampuan anak-anak.

Ditemui PWMU.CO usai acara pertemuan orangtua, Ian Ianah, ibu dari Tsabita Maylaffayza Daimah mengatakan putrinya suka belajar di KPM karena cara mengerjakannya yang unik. “Itu ada ceritanya dulu Bunda, kalau soalnya tentang gajah ya kita gambar gajah dulu,” ujarnya menirukan kalimat sang putri.

Sebagai orangtua, ia mengaku sangat tertarik bergabung KPM di SDMM karena tidak hanya belajar matematika, tetapi juga tentang akhlak. Selain bacaan atau kisah-kisah menarik yang disertai dengan ayat Alquran, ada juga monitoring amalan sunah.

“Dengan kisah-kisah di buku akhlak, ananda diharuskan membaca dan sebelum mengerjakan selalu menyiapkan Alquran untuk mencari jawabannya,” kesannya. (*)

Kontributor Ria Pusvita Sari. Editor Mohammad Nurfatoni.

 

Sumber: https://pwmu.co/107527/08/27/menyatukan-akal-dan-hati-belajar-di-kpm-juga-dibiasakan-merencanakan-kesusahan/

Leave a reply "Menyatukan Akal dan Hati, Belajar di KPM Juga Dibiasakan Merencanakan Kesusahan"

Your email address will not be published. Required fields are marked *