Hikmah Press
Motivator Mulyana AZ SPd MPsi menyampaikan materi Adversity Quotient dalam Parenting Education di SDMM. (Yudi/PWMU.CO)

PWMU.CO – Jelang tahun pelajaran baru, SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik menggelar Parenting Education yang diikuti sekitar 84 wali murid kelas 1 tahun pelajaran 2018/2019, Sabtu (28/4/18).

Kegiatan yang dilangsungkan di Aula SDMM tersebut menghadirkan motivator dan trainer tingkat nasional Mulyana AZ SPd MPsi sebagai narasumber.

Mulyana menyampaikan, kewajiban orangtua untuk melaksanakan serah terima buah hatinya dengan guru di sekolah pada awal tahun pelajaran. “Oleh karena itu, pentingnya orangtua mengetahui dan memahami program-program sekolah supaya ada sinergi antara rumah dan sekolah,” ujarnya mengawali materi.

Tak kalah penting, lanjutnya, orangtua juga ikut melatih adversity quotient (AQ) atau kecerdasan mengatasi masalah, yang secara tidak langsung dilatihkan juga di sekolah melalui kegiatan life skill. “Karena AQ mempunyai peran yang cukup penting terutama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh anak,” jelasnya.

Mahasiswa S3 Psikologi Universitas Airlangga yang tengah menyiapkan ujian tertutupnya ini menambahkan, salah satu yang mempengaruhi AQ adalah academic self effacey atau keyakinan terhadap kemampuan diri. “Jika siswa yakin akan kemampuan dirinya menghadapi kesulitan belajar maka daya juangnya akan semakin besar,” ujar Mulyana, yang juga sebagai Ketua Majelis Pustaka Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Namun fenomena yang terjadi belakangan ini, lanjutnya, banyak siswa memiliki daya juang yang rendah. “Hal ini ditunjukkan saat  mereka mengalami kesulitan akademik, banyak di antara mereka yang cepat merasa putus asa dan tidak ingin berjuang lagi,” ungkapnya.

Penulis lebih dari 54 judul buku tersebut mengingatkan orangtua yang hadir untuk tidak selalu melayani semua yang sebenarnya bisa dilakukan oleh anak. “Latihkan mereka, jangan dilayani terus-terusan. Misalnya, mengikat tali sepatu, mengancingkan baju, dan kegiatan lainnya,” paparnya.

Menurutnya, kecerdasan AQ ini penting untuk kekuatan kepribadian dan kemampuan masing-masing anak dalam merespon dan bertahan menghadapi hidup. “Akan tetapi, jangan salah, pendidikan formal tetap perlu. Karena ada yang lebih penting daripada ilmu yang dipelajari dalam pendidikan formal, yaitu wawasan, logika, dan jaringan. Itulah yang dikembangkan oleh orang-orang hebat yang sukses di bidangnya,” jelasnya bersemangat.

Mulyana berharap anak-anak bisa belajar dengan gembira untuk mempersiapkan dirinya menghadapi masa depannya. “Insyaallah sekolah-sekolah Muhammadiyah, termasuk SDMM telah menerapkan kurikulum dan program yang sesuai. Karena itu, percayakan anak-anak kepada gurunya. Dukung program sekolah dengan pengimbangan kebiasaan di rumah,” tegasnya. (Vita)

Sumber Berita

Leave a reply "Mengapa Adversity Quotient Perlu Dilatihkan pada Anak-Anak?"

Your email address will not be published. Required fields are marked *