Koordinator Kurikulum Rudi Purnawan menjelaskan konsep fullday school ala SDMM kepada 4 guru SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang. (Yudi/PWMU.CO)

PWMU.CO – SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik dikejutkan dengan kedatangan empat guru dari SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang Gresik, Selasa (24/4/18).

Kedatangan Liza Rahmawati SPd, Rika Fitria Wati SPd, Musrifah SPd, dan Khusniyatul Mufidah SPd, yang tiba-tiba sempat membuat bingung Koordinator Humas SDMM Arif Wahyudi SPd. Pasalnya, SDMM saat itu juga ketamuan SD Muhammadiyah 11 Surabaya. Sedangkan Yudi—sapaannya—belum menerima informasi terkait kunjungan dari SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang.

Namun hal tersebut tidak menjadi masalah bagi SDMM. Kepala SDMM Ahmad Faizun SSos segera membagi timnya untuk dapat melayani kedua rombongan tamu yang hadir bersamaan.

Liza—sapaan akrab Liza Rahmawati—menyampaikan permohonan maaf atas kedatangan timnya yang mendadak. Ia mengaku awalnya hanya ingin bertamu mengantar surat kesediaan tim Mentari Robotik SDMM untuk dapat hadir dalam acara di sekolahnya.

“Namun karena tim saya juga ada kegiatan di Gresik, maka sekalian saja saya ajak ke SDMM. Siapa tahu bisa sekalian berdiskusi terkait sistem pembelajaran di SDMM,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Koordinator Kurikulum SDMM Rudi Purnawan MPd menjelaskan konsep fullday school ala SDMM yang berlaku mulai siswa kelas I hingga kelas VI. “Semua siswa kami belajar mulai pukul 07.00 hingga 15.45. Termasuk siswa kelas kecil,” ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, dibutuhkan kemasan pembelajaran yang enjoyable learning (belajar yang menggembirakan) sehingga siswa betah di sekolah. “Awalnya, pondasi membangun kepercayaan orangtua bukan dari prestasi sekolah, namun dari jiwa karakter guru dan karakter siswa. Kemudian, bagaimana pelayanan kepada siswa dan orangtua,” jelas Rudi—sapaannya.

Baca Juga:  SDMM Sumbang 2 Emas, 1 Perak, dan 1 Perunggu dalam OlympicAD V

Rudi melanjutkan, semua itu sesuai dengan moto SDMM yakni Gali Potensi, Raih Prestasi. “Jadi, ketika semua potensi siswa bisa terlayani, baik itu potensi ibadah, belajar, maupun potensi lainnya, maka prestasi pasti akan diraih,” ungkap ayah dua anak tersebut.

Untuk dapat menggali potensi siswa yang beragam, tentu diperlukan tenaga pendidik yang baik pula. “Alhamdulillah, tenaga pendidik di SDMM multitalent, jadi mereka bisa membimbing dan mengarahkan siswa sesuai passion-nya,” paparnya sambil tersenyum.

Namun, lanjut Rudi, ada juga pengajar dari luar seperti Renang, Tapak Suci, dan Pingpong, serta guru tamu saat ada momen khusus.

“SDMM akan terus melakukan inovasi-inovasi tiap tahunnya karena kami juga melakukan studi banding ke sekolah-sekolah lain. Semoga bisa saling menginspirasi untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” harapnya. (Vita)

Leave a reply "Mendadak Bertamu, Empat Guru Ini Ingin Belajar Konsep Fullday School ala SDMM"

Your email address will not be published. Required fields are marked *