Inovasi tak harus berbiaya mahal. Seperti alat peraga sederhana yang dipresentasikan oleh dua Tim Matematika SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik dalam Lomba Karya Cipta dan Penelitian Ilmiah Pelajar (LKC-PIP) Jenjang SD/MI dan SMP/MTs Tahun 2018.

Dua siswa Kelas V ini: Chelsea Putri Sofia Ningrum dan M Rafif Ilham misalnya, memanfaatkan triplek bekas yang dilubangi untuk menerangkan bilangan bulat positif dan negatif.

“Jika ada soal bilangan positif tertentu, maka kita perlu menarik papan arsiran ini sehingga lubang yang tadinya tidak terarsir berubah warna untuk mewakili bilangannya,” terang Ilham—sapaan M Rafif Ilham—menjelaskan cara kerja alat dalam presentasinya.

Alat yang mereka beri nama “Soulmate” alias Solusi Bilangan Bulat Matematika itu berhasil meraih Juara II di ajang LKC-PIP Tahun 2018.

Soulmate ini, lanjut Chelsea, dapat mempermudah melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

Aurel dan Zhorif saat mempresentasikan “Manecin” (Athiq/PWMU.CO)

Selain Soulmate, ada juga Manecin, sebuah alat kreasi sederhana yang dikreasikan oleh dua siswa kelas V ini: Aurelia Dias Fatiha dan M Razzan Zhorif Nurkhafidhi. Manecin alias Magical Magnetic Coin ini meraih Harapan II di ajang yang sama.

“Kami memanfaatkan koin magnet warna untuk menghitung penjumlahan dan pengurangan pecahan, khususnya pecahan campuran berpenyebut sama,” jelas Zorif saat ditemui PWMU.CO usai presentasi. Selasa (10/4/18).

Aurel—rekan satu tim Zhorif—menambahkan, koin magnet merah merepresentasikan bilangan bulat dan kuning merepresentasikan bilangan pecahan. “Ajaibnya ada pada koin magnet kuning yang bisa mewakili beragam penyebut berbeda pada pecahan,” imbuhnya.

Kepada PWMU.CO, salah satu juri Bidang Matematika Jenjang SD/MI Nurul Wafiyah MPd menyampaikan, kesederhanaan dan keterpakaian bahan-bahan yang ada di sekitar siswa menjadi salah satu pertimbangan yang membuat dua karya siswa Klub Matematika SDMM itu lolos menuju babak presentasi.

Nurul—sapaan akrabnya—mengungkapkan, ada 52 alat kreasi Matematika yang masuk ke dewan juri dari berbagai sekolah dasar se-Kabupaten Gresik. “Kemudian diseleksi menjadi 15 alat kreasi terbaik untuk dipresentasikan, yang selanjutnya akan kami pilih 6 juara untuk setiap kategori,” paparnya.

Guru SMAN Negeri Manyar Gresik itu mengapresiasi kegiatan yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik tiap tahun tersebut.

“Banyak muncul ide dan inovasi baru. Walaupun ada beberapa materi yang sama dengan tahun lalu, misalnya mencari operasi bilangan, tapi anak-anak bisa merepresentasikan materi tersebut dalam bentuk media belajar yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Baca Juga:  Semarak C14MIK: Putri Bola Tangan, Putra Futsal
Para juara berfoto bersama pejabat Dinas Pendidikan Gresik: Masriah (Kasi Peningkatan Mutu Siswa), Nur Iman Sholeh (Sekdin), dan Nur Maslicha (Kabid Pendidikan Dasar). (ZAW/PWMU.CO)

Berikut ini adalah daftar juara presentasi LKCAP-PIP kategori Matematika SD/MI.

Juara 1 SD NU Nurul Islah
Juara II SD Muhammadiyah Manyar
Juara III SD Muhammadiyah GKB 2
Harapan I SD Negeri Cangkir Driyorejo
Harapan II SD Muhammadiyah Manyar
Harapan III SD Negeri Bambe Driyorejo

Selamat kepada enam juara terpilih. Sampai bertemu di Festival Sains Gresik (FSG) Mei mendatang. (ZAW)

Sumber link

Leave a reply "Inovasi di Bidang Matematika Tak Harus Mahal, Dua Tim SDMM Menangi Lomba Karya Cipta"

Your email address will not be published. Required fields are marked *